Jawa Timur

Main api, balita terpanggang

Arie Yoenianto

Kamis,  21 Maret 2013  −  18:53 WIB
Main api, balita terpanggang
Ilustrasi. (sindophoto)

Sindonews.com - Seorang balita terpanggang setelah bermain api dekat jeriken berisi bensin sebanyak 25 liter. Ibu balita yang coba menyelamatkan bayinya ikut terbakar namun berhasil selamat.

Peristiwa ini terjadi Kamis (21/3/2013) pagi di warung kelontong milik Ifa (23) warga Desa Baledono Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Ifa yang sedang sibuk menyiapkan dagangannya tak memerpahtikan Ifa (4) yang sedang bermain korek dekat jeriken berisi bensin.

Jilatan api yang menyambar jiriken bensin dengan cepat menyebar dan membakar seisi warung. Sejumlah warga yang berusaha memberikan pertolongan, tak kuasa menembus kobaran api.

Ifa yang berusaha menyelamatkan anaknya, menderita luka bakar dibagian wajah dan kakinya. Dengan peralatan seadanya, kobaran api tersebut berhasil dipadamkan, beberapa saat kemudian.

Namun nahas, ajal telah menjemput balita malang tersebut. Korban tewas akibat luka bakar disekujur tubuhnya.

"Kobaran api menyambar dengan cepat ke seluruh warung. Api sulit dikendalikan karena menyulut jiriken berisi bensin 25 liter," kata Agung, seorang warga setempat.

Kapolsek Tosari, AKP Suwarno mengungkapkan, saat pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kebakaran yang menewaskan balita anak pemilik warung. Dugaan sementara, kebakaran tersebut berasal dari api yang dibuat mainan balita malang tersebut hingga akhirnya menyambar jiriken berisi bensin.

Saat kejadian, Agus Wahyudi (33) tidak mengetahui musibah yang dialami anak dan istrinya karena bekerja di Kalimantan.

"Ibu korban bersama warga setempat sudah berusaha menyelamatan anaknya yang tersambar api. Namun kobaran api yang terus membesar, membuat warga kesulitan menyelamatkannya," kata Kapolsek Suwarno.

 

(ysw)

shadow