Jawa Tengah & DIY

SDN Gondang Kediri kembali diteror bom

Solichan Arif

Rabu,  20 Maret 2013  −  18:43 WIB
SDN Gondang Kediri kembali diteror bom
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Untuk kedua kalinya, SDN Gondang II Kecamatan Plosoklaten, Kediri mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal. Ancaman dikirim melalui pesan singkat ke kepala sekolah dan beberapa guru.

Dalam pesan singkat yang dikirim ke kepala sekolah dan tiga guru lainnya berbunyi, “SD Gondang Mau Ada Bom Lagi. Kalian Masih Selamat Kemarin. Kali Ini jangan Main2 Jangan Lapor Polisi”.

Pesan pendek itu diterima Kepala Sekolah Suwardi dan tiga orang guru, yakni Sri Hartini, Tri Wahyuning Lestari dan Maspiyah juga menerima di nomor ponsel mereka.

“Karena khawatir  teror itu benar-benar dilakukan, kami memutuskan melapor ke aparat kepolisian setempat,“ tutur Maspiyah kepada wartawan di sekolahnya, Rabu (20/3/2013). 

Dari riwayat data yang tertera di layar ponsel, teror melalui pesan pendek itu diterima pada Selasa 19 Maret 2013 malam sekira pukul 23.00 Wib. Maspiyah baru melihat dan membacanya sekitar pukul 10.00 Wib.

Pihak sekolah sengaja tidak memberitahukan adanya teror bom tersebut kepada siswa. Sebab mereka khawatir, kabar ancaman itu justru membuat suasana gaduh dan tidak terkendali.

“Sebelum melapor ke polisi, kami memutuskan untuk terlebih dahulu memulangkan seluruh anak didik. Mereka tidak ada yang tahu bahwa kepulangan dini itu terkait adanya teror bom,“ papar Maspiyah.

Langkah pemulangan dini itu juga dilakukan pada Sabtu 16 Maret 2013 lalu. Dari nomor 0857455431649 yang tidak pernah dikenal, kepala sekolah dan dua orang guru menerima sms teror bom.

Pesan yang berbunyi “Awas di Area SD Gondang Ada Bom. Satu Jam Lagi Akan Meledak” diterima pertama kali oleh kepala sekolah pada pukul 07.58 Wib. Dan selang tak lama dua guru juga menerimanya secara berturut-turut.

Menindaklanjuti laporan sekolah, tim penjinak bom Subden I Den C Pelopor Satbrimob Polda Jatim langsung diterjunkan. Penyisiran dengan metal detector dilakukan. Petugas menyebar ke semua tempat yang dinilai bisa digunakan sebagai persembunyian bom.  Namun seperti teror pada Sabtu (16/3) bom yang disampaikan tidak pernah ada.

“Kita sudah melakukan prosedur penyisiran ke semua lokasi sekolahan. Namun sejauh ini tidak ditemukan benda yang mencurigakan. Kendati demikian, pantauan akan terus kami lakukan,“ ujar Ketua Tim Penjinak Bom Inspektur Satu Endarko.

 

(ysw)

shadow