Jawa Tengah & DIY

Penampakan UFO di Lereng Merapi jadi perdebatan

Mahadeva Wahyu Sugianto

Rabu,  2 Januari 2013  −  17:04 WIB
Penampakan UFO di Lereng Merapi jadi perdebatan
Penampakan UFO di Gunung Merapi. (foto: repro kompas.com)

Sindonews.com - Penampakan benda asing di atas Gunung Merapi yang difoto oleh salah seorang wisatawan kini menjadi perdebatan. Namun hingga kini belum ada bukti ilmiah terkait keberadaan benda asing dari luar angkasa yang sering dikaitkan dengan Unidentified Flyng Obyek (UFO).

"Saya belum melihat fotonya. Tapi secara perhitungan ilmiah sebenarnya ada kehidupan seperti di Bumi ini di luar angkasa sana di galaxy lain. Tapi memang belum ada bukti ilmiah yang bisa menguatkan itu seperti interaksi langsung, kalau foto itu belum kuat," tandas Pakar Fisika UGM Dr. Arief Hermanto ketika ditanya soal penampakan UFO di Merapi, Rabu (2/1/2012).

Banyaknya faktor yang bisa mempengaruhi hasil sebuah foto disebutkannya, tidak bisa menjadi bukti kuat keberadaan UFO. Namun demikian, selama bukti kuat belum ada, penilaian bahwa UFO tidak ada secara ilmiah juga tidak dapat dilakukan.

Sebuah benda mirip UFO terlihat di dekat lereng Gunung Merapi. Penampakan tersebut terungkap setelah seorang wisatawan mengirimkan foto panorama Merapi hasil jepretannya dari kawasan Prambanan. Foto tersebut dimuat di sebuah media online dan langsung menjadi pembicaraan masyarakat.

Disebutkan bahwa benda tersebut diambil Selasa 1 Januari 2013 sore sekira pukul 18.00 WIB. Dalam pernyataannya di media online tersebut sang wisatawan yang mengaku bernama Sutrisna tidak melakukan rekayasa terhadap foto hasil jepretannya tersebut.

Terpisah Ketua Jogja Astronomy Club Mutoha Arkhanudin juga menilai, belum ada bukti ilmiah tentang UFO. Fenomena tersebut disebutkannya, selalu dikaitkan dengan keberadaan benda melayang yang dinilai asing oleh masyarakat.

Sementara keberadaan benda asing melayang di udara belum tentu terbukti sebagai sebuah pesawat. Ada yang sebenarnya hanya lampion, atau permainan cahaya lampu seperti lampu sorot di pasar malam Sekaten Yogyakarta.

"Bisa saja di daerah tertentu ada kebiasaan menerbangkan lampion, ketika lampion sampai di daerah yang tidak mengenal bentuknya kemudian terfoto bisa juga dikatakan sebagai UFO karena bentuk dan penampakannya yang tidak dikenali," tambahnya.

 

(ysw)

shadow