Sumatera

Rambu evakuasi tsunami salah arah

Rambu evakuasi tsunami salah arah
Salah satu rambu evakuasi tsunami yang salah arah. (maimunsaleh/koransindo)

Sindonews.com - Warga Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, membuat rambu evakuasi tsunami darurat terkait memperingati 8 tahun bencana tsunami, serta masih seringnya Aceh diguncang gempa.

Menurut Misbahuddin, warga setempat, beberapa rambu penunjuk arah evakuasi yang dipasang pemerintah dicopot warga. Pasalnya rambu tersebut dinilai salah arah.

"Ada yang menunjuk ke jalan buntu, ini bahaya bahkan gempa besar lalu ada kecelakaan," ujar Misbahuddin sambil menunjuk lokasi yang sudah tidak ada lagi rambunya, Senin (24/13/2012).

Bahkan ada rambu evakuasi yang menunjukkan arah membelangkangi escape building yang jaraknya hanya 200 meter. Rambu tersebut sengaja tidak dicopot warga untuk membuktikan semrawutnya jalur evakuasi, serta kurangnya perhatian pemerintah.

"Rambu ini menunjuk ke langit apa yang pasang mengharap masyarakat mati semua," ujar Misbahuddin kesal.

Selain membuat rambu evakuasi darurat, warga setempat juga merancang peta evakuasi sendiri, standar operasional prosedur desa, dan tim penanganan bencana.

"Sudah dipilih 20 pemuda pelopor dan pembagian peran, mereka yang membimbing warga saat proses evakuasi," jelas Rahmat Djailani, ketua pemuda Cot Lamkuweuh.

Para pemuda itu akan diuji melalui drill (simulasi) gempa dan tsunami 26 Desember 2012 mendatang, bertepatan dengan peringatan 8 tahun tsunami.

Cot Lamkewueh merupakan salah satu desa terparah yang dihantam tsunami, jaraknya hanya ratusan meter dari laut Ulee Lheu. Saat tsunami terjadi dari 3.000-an jiwa warga yang selamat sekira 300 saja.

"Sekarang ada 350 keluarga mendiami desa ini, mereka harus siaga bencana," jelas Rahmat.


(ysw)

views: 1.005x
shadow