Sumatera

Bupati Madina didesak mundur

Bupati Madina didesak mundur
Ilustrasi.Okezone

Sindonews.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) meminta Bupati Madina Hidayat Batubara segera meletakkan jabatannya, karena dianggap membawa perpecahan di internal Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Madina, Sumatera Utara.

“Kami datang ke ibu kota karena bentuk kepedulian kami terhadap Madina. Kami melihat perpecahan yang terjadi antara bupati dan wakil bupati sungguh memalukan. Bupati yang seharusnya bisa memimpin pemerintahan dengan harmonis justru ingin berjalan sendiri. Kami minta Mendagri dan Komisi II DPR turun tangan menyikapi ini,” kata Ketua Umum DPP IMA Madina Ahmad Irwandi Nasution didampingi Sekeretaris Umum Rahmad Riski Rangkuti di Jakarta, Sabtu (23/11/2012).

Irwandi mengungkapkan, setahun lebih masa kepemimpinan Bupati Hidayat Batubara dan Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution sampai sekarang belum memberikan perubahan yang berarti bagi masyarakat Madina. Yang terjadi justru sibuk mengurusi politik hegemoni dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan sepihak untuk memuluslan kepentingan pribadi dan keluarganya.

IMA Madina menilai bupati mereka telah gagal memimpin serambi Mekahnya Sumatera Utara (Sumut) itu. Mereka menyayangkan kepemimpinan yang belum sampai seumur jagung tersebut pecah kongsi. Perpecahan ini terjadi lantaran Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan penting dan strategis.

Hal ini diakui Dahlan yang menyebutkan bupati selalu berjalan sendiri. Sebelumnya Dahlan sempat mengungkapkan kepada publik kepemimpinan mereka telah gagal membawa kemajuan Madina.

IMA Madina sendiri melihat bahwa sikap arogansi Bupati Madina telah merusak tatanan pemerintahan dan pelayanan publik di Madina. Banyak pihak sebenarnya sudah berupaya menyatukan kembali Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution, namun Hidayat tidak mempunyai itikad baik dan keseriusan untuk memenuhi harapan tersebut.

(lns)

views: 1.102x
shadow