Jawa Timur

Terdakwa pembunuhan dituntut 20 tahun penjara

Terdakwa pembunuhan dituntut 20 tahun penjara
ilustrasi: dok. okezone

Sindonews.com – Terdakwa Yahya Habibullah dituntut hukuman selama 20 tahun penjara terkait kasus pembunuhan dalam sidang di Pengadilan Negeri Bojonegoro. Yahya dituduh melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri, Siti Aisyah, pada 16 April 2012 lalu.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Aini Prihatin saat membacakan tuntutan menyatakan, terdakwa didakwa telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP. Terdakwa Yahya Habibullah, warga Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, itu diduga secara sengaja menghilangkan nyawa orang lain.
 
“Terdakwa dituntut hukuman 20 tahun penjara,” ujar Nuraini saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Kamis (8/11/2012).

Ia menuturkan, beberapa hal yang menjadi pertimbangan adanya unsur pembunuhan berencana yaitu terdakwa sebelumnya telah menyiapkan minuman energi dan kapur pembasmi serangga. Campuran mematikan itu lalu diminumkan pada korban, Siti Aisyiah, yang sedang hamil dua bulan.
 
“Terdakwa tidak mengakui telah membakar tubuh korban. Padahal, hasil laboratorium menyebutkan ada bekas bensin di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
 
Usai pembacaan tuntutan, Hakim Bonar Harianja yang memimpin jalannya sidang meminta tanggapan terdakwa Yahya Habibullah didampingi penasihat hukumnya Tri Astuti Handayani. Setelah berembuk dengan penasihat hukumnya, Yahya mengatakan akan melakukan pembelaan (pleidoi) pada sidang selanjutnya.
 
Hakim kemudian memutuskan sidang pleidoi akan dilakukan pada 20 November 2012. Usai sidang, Yahya Habibullah langsung menuju ke ruang tahanan di Pengadilan Negeri Bojonegoro dengan pengawalan ketat polisi. Pihak keluarga korban juga mengikuti jalannya sidang tersebut.
 
Kasus dugaan pembunuhan itu sempat menghebohkan warga Bojonegoro. Saat itu ditemukan sepotong tubuh yang hangus terbakar di kawasan terbuka dekat Jalan Veteran, Kota Bojonegoro. Setelah diselidiki, polisi memastikan korban adalah Siti Aisyah yang terakhir bekerja sebagai buruh di pabrik mi di Gresik.

Korban diduga dibunuh oleh kekasihnya sendiri, Yahya Habibullah, lantaran ia belum siap menikahi korban yang sudah hamil dua bulan. Hubungan asmara itu berakhir dengan hilangnya nyawa.

(azh)

views: 909x
shadow