Daerah

Diprotes, pembangunan TPA sampah Keputih gagal

Aan Haryono

Selasa,  7 Agustus 2012  −  12:22 WIB
Diprotes, pembangunan TPA sampah Keputih gagal
Tempat pembuangan akhir sampah (dok.istimewa)

Sindonews.com - Karena diprotes warga sekitar, pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Keputih, Surabaya, terancam gagal. Padahal TPA Keputih ini untuk mengatasi lonjakan sampah di Kawasan Surabaya yang sudah mencapai 10.000 meter kubik per hari.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Hendro Gunawan mengakui adanya pembahasan ulang pembangunan TPA di Keputih. Perubahan itu harus dilakukan karena banyak halangan dan dampak negatif kalau terus dilakukan.

“Kajian ulang kami lakukan terutama soal lokasinya,” ujar Hendro, Selasa (7/8/2012).

Nantinya dalam Raperda RTRW tidak lagi disebutkan rencana TPA Surabaya di Keputih, melainkan di kawasan Surabaya Timur. Sedangkan lokasi pastinya masih akan dikaji.

Hendro juga menyadari banyaknya sorotan soal rencana TPA baru yang ada di Keputih. Sebab, kawasan Surabaya Timur sudah penuh dengan perumahan warga dan banyak rumah mewah.

Kalau dipaksakan berdiri TPA, maka protes keras akan diterima pemkot. Idealnya, TPA sampah di Surabaya berada di empat lokasi yakni utara, timur, selatan dan barat.

“Kalau rencana TPA sampah di Keputih diprotes warga, kita harus cari
lokasi lain yang lebih memungkinkan,” katanya.

Rencana pembangunan TPA Keputih sudah dirancang dua tahun terakhir ini. Luas TPA Keputih yang baru nanti mencapai 40 hektare. Dengan teknologi canggih, sampah yang masuk langsung diolah menjadi gas metan, listrik, dan pupuk. Sehingga, sampah tidak menumpuk di TPA.

Pemkot urabaya memang tengah dipusingkan dengan masalah sampah. Volume sampah kota Surabaya yang semula sebanyak 88.000 meter kubik per hari, kini menjadi sekitar 10.000 meter kubik perhari. Jika tidak segera dicari lahan alternatif lain, bisa jadi Surabaya akan berubah menjadi kota sampah.

 

(ysw)

shadow