alexa snippet

Mengurai Pemahaman Falsafah Kacijulangan yang Jarang Diketahui

Mengurai Pemahaman Falsafah Kacijulangan yang Jarang Diketahui
Pusaka Haur Kacijulangan Yang Terbuat Dari Bambu Ampel Sebagai Falsafah Kehidupan Manusia. Koran SINDO/ Syamsul Maarif
A+ A-
PANGANDARAN - Pemahaman falsafah Kacijulangan yang saat ini jarang diketahui oleh publik akhirnya diuraikan oleh salah satu kasepuhan Cijulang bernama Aki Ajim.

Dalam pemaparannya dia mengatakan, Kacijulangan memiliki arti yang sangat sakral lantaran erat kaitannya dengan kehidupan.

"Kacijulangan dalam kitab purwaningjagat diuraikan sebagai falsafah hidup manusia mengenal jati dirinya menjelang kematian," kata Aki Ajim.

Kacijulangan bukan berarti nama salah satu daerah Kecamatan yang saat ini membawahi 7 Desa, tetapi Kacijulangan merupakan ajaran dan falsafah yang memiliki siloka ketauhidan.

"Pada dasarnya manusia diciptakan dari air melalui proses pernikahan antara pria dengan wanita, setelah lahir ke muka bumi manusia menjalani kehidupan," tambahnya.

Dalam kitab purwaningjagat, manusia memiliki beberapa sifat, diantaranya sifat nafsu lawiah yang selalu berkeinginan menguasai duniawi, sifat nafsu amarah yang memiliki karakter buruk kepada sesame manusia.

Kemudian sifat nafsu sawiah yang  menuju ketasawufan atau irfani dan sifat nafsu mutma’inah nafsu yang sempurna dan tenang saat terpisahnya raga dan sukma.

"Ketiga sifat tersebut digambarkan dalam salah satu pusaka haur Kacijulangan yang berasal dari bambu jenis ampel dengan bentuk dari akarnya lurus dipertengahannya membentuk lingkaran dan ujungnya lurus lagi," papar Aki Ajim.

Aki Ajim menjelaskan, bentuk tersebut memiliki filosofi bahwa kehidupan manusia tidak seutuhnya lurus, tetapi mengalami beberapa penyimpangan dan akhirnya harus lurus kembali sebelum ajal menjemput.

"Manusia yang sempurna menjelang ajalnya tidak akan tersesat saat menghadapi maut karena telah menguasai dan mengendalikan jiwa nafsunya," jelas Aki Ajim.
halaman ke-1 dari 2
views: 7.738
loading gif
Top