alexa snippet

BNPB Luruskan Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa Aceh Jadi 100 Orang

BNPB Luruskan Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa Aceh Jadi 100 Orang
Gempa bumi 6,5 SR yang mengguncang wilayah Pidie Jaya, Aceh pada Rabu kemarin menyebabkan 100 orang dipastikan meninggal dunia dan hampir 700 orang lebih mengalami luka-luka. Kapusdatin BNPB Sutopo PN. Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Gempa bumi 6,5 skala richter yang mengguncang wilayah Pidie Jaya, Aceh pada Rabu kemarin menyebabkan 100 orang dipastikan meninggal dunia dan hampir 700 orang lebih mengalami luka-luka.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, jumlah tersebut sekaligus meluruskan data sebelumnya yang menyebutkan korban meninggal mencapai 102 orang.

"Kemarin sempat kita riliskan 102 (korban meninggal) namun berdasarkan pendataan baru ternyata ada data nama korban yang tertulis dua kali, double," ujar Sutopo saat jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (9/12/2016).

Sutopo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pencocokan data secara valid bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai dua korban meninggal yang namanya ganda.

Maka itu, pihaknya memastikan jumlah meninggal 100 orang dipastikan jumlah yang terverifikasi kebenarannya sampai saat ini.

Menurutnya dari 100 korban meninggal dunia, sudah sesuai identitas aslinya seperti usia korban, jenis kelamin, alamat tempat tinggal dan lokasi ditemukan mayat korban. "Kurang lebih 100 orang meninggal. Sudah 92 (korban meninggal) teridentifikasi," jelasnya.

Adapun korban luka-luka sampai saat ini tidak mengalami perubahan. BPNP mencatat, korban luka-luka baik luka ringan maupun luka berat seluruhnya mencapai 724 orang. Sementara jumlah pengungsi mencapai 23.231 jiwa yang tersebar di beberapa titik terutama pengungsi ini adalah berasal dari Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen.

Selain itu, BNPB juga mencatat sejumlah bangunan rusak ada 129 ruko, dimana 105 ruko rusak, 19 rusak berat, 5 rusak ringan. Sutopo menjelaskan, kenapa terjadi banyak ruko yang roboh karena sebagian besar ruko tadi dibangun dengan kondisi bangunan tidak tahan gempa.

Sedangkan kerusakan rumah sampai dengan data sementara 11.681 rumah rusak. Di mana 2930 rusak berat 74 rusak sedang, 8.677 rusak ringan.

"Pendataan masih terus dilakukan dari Dinas PU dibantu beberapa ahli saat ini masih melakukan pendataan ke daerah-daerah terdampak dan mengklasifikasikan rumah rusak berat, sedang dan ringan," pungkasnya. 



(sms)
views: 2.219
loading gif
Top