alexa snippet

Gawat, Data Nasabah Bank Diduga Dijual Belikan

Gawat, Data Nasabah Bank Diduga Dijual Belikan
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SEMARANG - Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Semarang menduga telah terjadi jual beli data nasabah bank oleh oknum freelance.

Ini menyusul diamankannya tersangka baru rangkaian kasus pembobolan berbagai bank di Kota Semarang. Ini adalah tersangka ke empat yang diamankan, setelah sebelumnya polisi menangkap 3 tersangka.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan, tersangka baru itu berinisial AS, warga Kota Semarang. Dia menyebut, AS menyerahkan diri diantar oleh keluarganya.

"Saat upaya pengejaran mau pun penangkapan, yang bersangkutan sempat melarikan diri. Inisialnya AS,  nama pelaku belum bisa kami ungkap supaya pelaku-pelaku lain yang di dalamnya tidak kabur," ungkap Abi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/12/2016).

Peran AS sementara, jadi perantara data-data nasabah untuk diberikan ke komplotan pembobol bank. Data-data itulah yang digunakan tersangka Deky Nawawi, otak komplotan itu, untuk dimasukkan ke blanko KTP kosong dengan lapisan plastik.

Inilah yang digunakan untuk mengajukan kredit dengan atua pun tanpa agunan di beberapa bank di Kota Semarang setahun terakhir.

Pengakuannya, dia memperoleh data-data nasabah dari rekannya yang berprofesi sebagai karyawan freelance perbankan. AS sebelumnya sempat juga bekerja sebagai karyawan freelance bank.

"Sampai saat ini baru ada tiga pelapor, dari Bank Mandiri, BII dan Standar Charactered," lanjutnya.

Kepala Sat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko menyebut AS menyerahkan diri pada Senin (5/12/2016).

"AS masih diperiksa, dia ini swasta punya toko kelontong. Bukan pegawai bank. Cuma dia punya kenalan orang freelance yang ngasih data identitas nasabah bank," tambah Wiyono.
halaman ke-1 dari 2
views: 8.520
loading gif
Top