alexa snippet

Pengungsi Konflik Agraria Telukjambe Meninggal Dunia

Pengungsi Konflik Agraria Telukjambe Meninggal Dunia
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
KARAWANG - Seorang pengungsi korban konflik agraria lahan Telukjambe Barat, Miin (51), meninggal dunia setelah mengalami sakit di penampungan pengungsi di asrama haji Islamic Center.

Miin diduga meninggal akibat mengalami depresi sehingga jatuh sakit selama dalam pengungsian dan terlambat ditangani pihak rumah sakit.

"Iya betul memang salah seorang pengungsi meninggal karena sakit kita sudah sempat membawa ke RSUD untuk dirawat tapi akhirnya meninggal. Jenazahnya sudah dibawa pihak keluarganya dan langsung dimakamkan di Subang," kata Kepala Dinas Sosial, Rokhuyun A. Santosa kepada Koran Sindo, Selasa (29/11/2016).

Rokhuyun menuturkan, Miin menderita sakit selama dalam pengungsian yang ditampung Pemkab Karawang di Asrama Haji Islamic Center, Kelurahan Karangpawitan.

Hanya saja dirinya mengaku tidak tahu persis penyakit yang diderita Miin hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Padahal, kata Rokhuyun, selama menderita sakit dipengungsian. "Dia itu  sempat ditangani oleh tim medis yang siaga di tempat pengungsian. Tapi tim medis memutuskan untuk membawanya ke RSUD, namun tidak tertolong," katanya.

Rokhuyun menjelaskan, jenazah Miin sudah disemayamkan di kampung halamannya di Kabupaten Subang. Pihaknya membiayai seluruh perawatan dan pengurusan hingga pemakaman jenazah.

Dia berharap para pengungsi yang mengalami gejala kurang sehat agar segera diperiksa tim medis yang ditempatkan di pengungsian.

"Kalau memang ada keluhan dengan kesehatan segera diperiksa jangan menunggu sampai parah baru berobat. Pemkab menjamin semua kebutuhan selama dalam pengungsian," katanya.

Sebanyak, 185 kepala keluarga dari Dusun Kiarahayam, Dusun Cisadang dan Desa Wanajaya yang mayoritas adalah petani, mengungsi karena konflik agraria di desanya. 

dibaca 4.071x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top