alexa snippet

Hujan Deras, Longsor Terjang Dua Desa di Tulungagung

Hujan Deras, Longsor Terjang Dua Desa di Tulungagung
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
TULUNGAGUNG - Hujan deras lebih dari dua jam membuat tanah perbukitan di wilayah Desa Kradinan dan Desa Sidomulyo Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung ambrol. Material tanah  berlumpur bercampur bebatuan mengubur jalan utama antar desa.
 
Jalan alternatif Tulungagung-Trenggalek praktis putus total. Tidak hanya itu.  Longsor yang berlangsung  di empat titik itu juga meluluhlantakkan rumah  dan usaha bengkel sepeda milik Erdianto (19) warga setempat. 

Beruntung Erdianto selamat setelah memutuskan angkat kaki dari rumah. "Insiden terjadi pada Rabu 23 November 2016 malam," tuturnya kepada wartawan.

Hujan mengguyur deras sejak sore hari hingga malam. Dari empat titik longsor yang berlangsung malam hari itu  tiga diantaranya berlokasi di Desa Kradinan. 
Selain meruntuhkan tebing,  hujan deras juga merobohkan tidak sedikit pepohonan besar. Bercampur dengan material lumpur, batang pohon melintang di jalan menuju balai desa Kradinan.

Lumpur dan batang pohon juga memblokade akses jalan menuju balai desa Sidomulyo. Secara geografis kedua desa ini berposisi berdekatan.

Dengan hancurnya bangunan rumah dan tempat usahanya, Erdianto mengaku menderita kerugian sekitar Rp60 juta. "Karena kondisi rumah rusak parah, untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat," paparnya. 

Hingga pukul 12.00 Wib akses jalan di Desa Kradinan dan Desa Sidomulyo belum normal. Sementara warga bersama BPBD, TNI dan Polri sudah bergotong royong  bahu membahu berusaha menyingkirkan material longsor. Namun upaya manual belum memperoleh hasil maksimal.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung Suroto diperlukan alat berat untuk menyingkirkan seluruh material longsor.

"Sebab kalau hanya dibersihkan secara manual akan memakan waktu yang lama. Selain materialnya banyak juga tidak sedikit pepohonan besar yang tumbang di lokasi," ujarnya.

Pada siang hari itu  petugas BPBD  dalam rangka menunggu datangnya alat berat. Suroto mengatakan bahwa longsor yang bukan pertama kali itu disebabkan oleh karakter tanah yang gembur berlebihan.

Selain lenyapnya pohon yang berfungsi menahan tanah, kondisi tanah diperparah dengan banyaknya tumbuhan rumput gajah.

dibaca 6.424x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top