alexa snippet

Cerita Pagi

Bagindo Aziz Chan, Wali Kota Padang yang Jadi Korban Kelicikan Belanda

Bagindo Aziz Chan, Wali Kota Padang yang Jadi Korban Kelicikan Belanda
Bagindo Aziz Chan. Foto/id.wikipedia.org
A+ A-
Di antara deretan nama Pahlawan Nasional yang berasal dari Sumatera Barat, tersebutlah nama Bagindo Aziz Chan. Seperti apa sosok dan perjuangannya?

Dalam lembaran sejarah Sumatera Barat, Bagindo Aziz Chan, ada juga yang menulis Bagindo Azizchan, dikenal sebagai wali kota ke-2 Padang.

Pria ini lahir di Kampung Along Laweh, Koto Padang pada 30 September 1910. Menurut pemerhati sejarah Sumatera Barat Fikrul Hanif Sufyan, Aziz Chan adalah anak keempat dari enam bersaudara, buah pernikahan Bagindo Montok dan Djamilah.

Bagindo Aziz Chan mengenyam pendidikan HIS di Padang, MULO di Surabaya, dan AMS di Batavia. Tamat dari AMS, lalu sempat dua tahun duduk di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS).

Ketika resmi menikah, lanjut Fikrul Hanif, sesuai dengan adat yang berlaku di Pariaman, Aziz Chan pun memperoleh gelar 'Bagindo'.

Sebelum menjadi Wali Kota Padang, Aziz Chan sempat membuka praktik pengacara dan aktif di beberapa organisasi, di antaranya sebagai pengurus Jong Islamieten Bond pimpinan Agus Salim.

Kembali ke kampung halamannya pada tahun 1935, Aziz Chan mengabdi sebagai guru di beberapa sekolah di Padang dan berkali-kali pindah mengajar ke luar kota. Ia sempat aktif di Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) sampai organisasi itu dibubarkan Pemerintah Kolonial Belanda tahun 1937.

Menurut Fikrul Hanif, kisah pengangkatan Bagindo Aziz Chan sebagai wali kota Padang terekam dengan baik dalam Madjalah Penerangan Sumatera Tengah pada 15 Djuli 1953, dengan tajuk tulisan berjudul "Pahlawan Nasional Azizchan".

Pada masa revolusi kemerdekaan itu, Hamka sempat melontarkan gagasan, siapa yang harus memangku jabatan wali kota Padang. Lebih lanjut ia menegaskan: Setelah Pemerintah Belanda meluaskan kekuasaan di Kota Padang dan sekitarnya, TRI (Tentara Republik Indonesia) mundur ke daerah 'darat' (pedalaman), namun tempat-tempat penting masih dalam kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia. Ketika dipertimbangkan siapa yang akan diangkat menjadi wali kota Padang, sebab markas tentara dan Pemerintah Republik telah dipindahkan ke Bukittinggi, seorang pun tidak ada yang berani.

Kemudian, semua yang hadir dalam pertemuan itu sepakat memilih Bagindo Aziz Chan. Meski jabatan pada masa itu penuh risiko, lanjut Fikrul Hanif, Aziz Chan bersedia menanggungnya sembari mengucap Basmallah.

dibaca 18.723x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top