alexa snippet

Setor Rp5 M, Suparman Nyaris Dibunuh Pengikut Dimas Kanjeng

Setor Rp5 M, Suparman Nyaris Dibunuh Pengikut Dimas Kanjeng
Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Foto:Istimewa
A+ A-
PONOROGO - Koordinator rekrutmen pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Ponorogo, Jawa Timur, Suparman mengaku berhasil mengumpulkan Rp5 miliar untuk disetor ke Taat Pribadi.

Total uang itu didapat dari ribuan jamaah Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang berhasil direkrutnya. Dia sendiri, menyetor uang tunai senilai Rp300 juta kepada Taat Pribadi.

"Saya bergabung tahun 2009 dan membayar Rp300 juta. Selanjutnya saya menjadi tim siluman Padepokan Taat Pribadi dan juga menjadi tim rekrutmen mencari jamaah," katanya, kepada wartawan, Rabu (19/10/2016).

Suparman mengaku mencari jamaah di Madiun, Ngawi, Pacitan, Riau, Jambi, hingga Pulau Bali. Total jamaah yang telah dia rekrut mencapai sekitar seribu orang. Dari jamaah itu, dia berhasil mengumpulkan uang Rp5 miliar.

Semua uang itu kemudian disetorka ke Taat Pribadi. Namun pada tahun 2013, Suparman keluar dari kelompok tersebut, karena mengerti kejanggalan.

Bahkan dia mengaku mengetahui hilangnya Ismail, salah satu pengikut Taat Pribadi yang tewas dibunuh. Tahun 2015, sesaat setelah Ismail meninggal, Suparman melapor ke Polda Jatim, namun tidak ditanggapi.

Diduga akibat laporannya itu, Suparman bersama Amrul Ihsan adik kandungnya menjadi target pembunuhan berikutnya. Saat itu, Suparman mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari tim kepercayaan Taat Pribadi.

Kini, Suparman memilih berdiam diri dan berharap kasus pembunuhan dan penipuan Taat Pribadi dapat diusut tuntas. Dia juga berharap uang setorannya sebanyak Rp300 juta dan uang jamaah yang mencapai Rp5 miliar dikembalikan.



(san)
dibaca 33.974x
loading gif
Top