alexa snippet

Bayi Lahir di Kudus, Pulang Bawa Akta

Bayi Lahir di Kudus, Pulang Bawa Akta
Bupati Kudus Musthofa. Foto/Istimewa
A+ A-
KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah terus membuat inovasi untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan. Terobosan terakhir yang dilakukan Kudus antara lain dengan menggratiskan pembuatan akta kelahiran bagi seluruh warga Kota Keretek ini tanpa kecuali.

Selain gratis, Pemkab Kudus juga membuat terobosan 'jemput bola' di rumah sakit (RS). Bahkan, saat ini 'jemput bola' tak hanya dilakukan di RS milik pemerintah, tetapi juga menjangkau seluruh RS swasta.

Program di bawah kendali Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dilabeli Si Buah Hati Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran ini bertujuan agar bayi yang baru lahir terlindungi hak sipilnya. Program ini juga bagian tertib administrasi kependudukan berupa akta kelahiran pada usia 0-18 tahun. Sejak diluncurkan Mei 2016, layanan cepat ini setidaknya telah menerbitkan 390 akta kelahiran.

Bupati Kudus Musthofa berkomitmen agar layanan ini tidak hanya menjangkau pasien di rumah sakit pemerintah, tetapi juga seluruh RS swasta. Dengan langkah ini diharapkan tidak ada lagi warga Kudus yang tak memiliki akta lahir. Dengan cara cepat ini pula, bupati ingin masyarakat mendapatkan kemudahan dan kepuasan.

Menurut Musthofa, program ini juga menjadi bukti komitmen programnya untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan dan kependudukan. Karena itu, dirinya telah berkomitmen untuk melayani masyarakat dari lahir hingga meninggal. Termasuk harapannya, tidak ada perbedaan di rumah sakit negeri atau swasta.

"Tolong bantu kami atas komitmen pelayanan kesehatan ini untuk masyarakat," harap Bupati saat penandatanganan kerja sama RS swasta di RS Mardi Rahayu, Kudus, Senin (17/10).

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kudus menjalin kerja sama dengan delapan rumah sakit swasta terdiri dari enam rumah sakit umum (RSU) dan lainnya rumah sakit ibu dan anak (RSIA).

Untuk RSU yaitu RS Mardi Rahayu, RSI, RS Aisyiyah, RS Kartika Husada, RS Kumala Siwi, RS Nurussyifa, sedangkan dua RSIA yaitu Permata Hari dan Harapan Bunda. Uji coba telah dilaksanakan selama sepekan. Hasilnya telah diterbitkan 37 akta kelahiran dari delapan RS swasta tersebut.

Akta kelahiran tersebut diserahkan secara simbolis oleh bupati Kudus kepada orangtua bayi yang baru lahir pada acara itu. Selanjutnya, Bupati juga meminta para kepala desa dan lurah, serta ketua RT dan RW agar menyosialisasikan program ini kepada seluruh masyarakat. Termasuk bahwa layanan ini gratis, tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun.

"Persyaratan yang kurang lengkap agar dimudahkan dalam melengkapinya. Misalnya bisa dilayani melalui email atau WhatsApp (WA), sehingga masyarakat bisa semakin mudah," terang ketua harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang ini.

dibaca 2.487x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top