alexa snippet

Cerita Misteri Dibalik Kemunculan King Cobra 6 Meter

Cerita Misteri Dibalik Kemunculan King Cobra 6 Meter
Berita kemunculan King Cobra berukuran panjang 6 meter yang meresahkan warga Kondangjajar, Cijulang terus menjadi pembicaraan di Pangandaran. Pencarian King Kobra di Muara Nusawiru oleh sejumlah pawang.Foto/KORAN SINDO/Syamsul M
A+ A-
PANGANDARAN - Berita kemunculan King Cobra berukuran panjang 6 meter dengan lingkaran badan 50 centimeter yang meresahkan warga di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang terus menjadi pembicaraan di Pangandaran. Salah satu tokoh masyarakat setempat Krisna mengatakan, setelah beberapa hari warga diresahkan dengan adanya penampakan King Cobra tersebut menimbulkan beberapa asumsi.

“Setelah ramai menjadi perbincangan dan tayang di media massa saya pernah dihubungi oleh salah satu dalang asal Dusun Banjar Kolot, Gang Yudistira, Desa Banjar, Kecamatan/Kota Banjar yang mengkonfirmasi kebenaran adanya ular tersebut,” kata Krisna.

Dalang tersebut menyampaikan kalau King Cobra sepanjang 6 meter yang belum lama ini ditemukan warga di Rumpun Pohon Dahon muara Nusawiru merupakan ular yang berasal dari Kota Banjar yang 3 bulan kebelakang mematuk pawang asal Kota Banjar hingga tewas.

“Berdasarkan pengakuan Dalang asal Kota Banjar bernama Asep Supangat, Tiga bulan kebelakang di Kota Banjar terjadi insiden bahwa salah satu pawang ular meninggal setelah sebelumnya melakukan upaya penangkapan,” tambahnya.

Pawang ular tersebut meninggal lantaran di bagian kepala atasnya dipatuk King Cobra saat ular itu berdiri. Bahkan yang lebih aneh lagi King Cobra itu berdiri menggunakan ekornya setinggi 4 meter.

Namun salah satu ahli supranatural asal Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Atang Gunawan malah mengatakan kalau King Cobra tersebut merupakan ular yang tinggal di rumpun pohon dahon itu.

“King Cobra itu kemungkinan ular jadi-jadian, dia menampakan diri lantaran terganggu sebulan yang lalu oleh aktivitas penyelenggaraan Cabang Olahraga Terjun Payung Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang diselenggarakan di Bandara Nusawiru,” kata Atang.

Atang juga menegaskan, kalau lokasi rumpun pohon dahon yang berbatasan dengan muara Nusawiru merupakan daerah angker. Berdasarkan Buku Babad Cijulang, yang sekarang jadi Bandara di Nusawiru merupakan gurun amparan tertinggi se Nusa – Jawa tempat berkumpul mahluk gaib.



(sms)
views: 34.738
loading gif
Top