alexa snippet

Kasus Spion Mobil Patah, Korban dan Polisi Kobar Akhirnya Berdamai

Kasus Spion Mobil Patah, Korban dan Polisi Kobar Akhirnya Berdamai
Iqbal (tengah) diapit polisi. Kasus kaca mobil Iqbal yang patah tersenggol oknum Polantas Kobar akhirnya berakhir damai. (Sigit Dzakwan/MNC Media)
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Kasus patahnya spion mobil milik Iqbal, warga Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, karena diduga dipatahkan anggota patroli pengawalan (patwal) Polres Kotawaringin Barat (Kobar), berakhir damai. Kamis (29/9/2016) pagi di ruangan Kasat Lantas Polres Kobar AKP Asdini Pratama Putra, Iqbal yang juga warga Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan dipertemukan dengan Bripka Ignatius, anggota Patwal Polres Kobar.

"Saat itu saya akui pas di Jalan Udan Said, Pangkalan Bun tidak tahu kalau di belakang mobil saya ada iring-iringan Gubernur Kalteng. Mobil saya tidak bisa mepet ke kiri dan berada agak di tengah. Saat itu anggota patwal yang menggunakan motor besar secara tidak sengaja agak mepet dan tangan kirinya mengenai spion mobil saya lalu patah," ujar Iqbal di ruang Kasat Lantas, Kamis (29/9/2016).

Ia mengaku khilaf dan emosi saat memposting foto spion mobil yang patah pada Rabu (28/9/2016) pagi. "Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan polisi. Saat itu spontan saja posting di grup Berniaga Pangkalan Bun. Eh malah komentar netizen banyak dan jadi ramai. Padahal itu sepihak dari saya."

Sementara itu, anggota Patwal Satlantas Polres Kobar Bripka Ignatius mengaku sudah menjalankan tugas sesuai SOP. Saat itu ia tidak bermaksud merusak atau sengaja mematahkan spion mobil tersebut. Dari kejauhan dirinya sudah menyalakan lampu sirine untuk kendaran di depan agar minggir terlebih dahulu karena ada rombongan Gubernur Kalteng mau lewat.

"Pas di Jalan Udan Said mobil Mas Iqbal ini malah terus di tengah tidak mau mepet ke kiri dulu, kemudian saya mengamankan jalan di sisi kanan mobil itu. Justru tangan kiri saya nyantol di spion dan patah. Karena saya masih bertugas mengawal saya langsung terus saja mengawal kendaraan Gubernur Kalteng. Jadi tidak ada maksud lari dari tanggung jawab," ujar Ignatius.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kobar AKP Asdini Pratama Putra mengatakan, sebenarnya pihak polisi yang dirugikan, karena dengan postingan itu masyarakat langsung menilai polisi arogan. Padahal faktanya tidak seperti itu.

"Ini sebagai pembelajaran kita semua. Kami sebagai pengayom masyarakat tidak bermaksud berbuat jahat kepada Mas Iqbal. Kalau kita temukan berdua seperti ini akhirnya 'clear'. Biar masyarakat luas tahu cerita sebenarnya." (Baca juga: Oknum Polisi Arogan Patahkan Spion Mobil saat Kawal Gubernur Kalteng).



(zik)
dibaca 17.513x
loading gif
Top