Ratusan Personel Brimob Masih Jaga Padepokan Dimas Kanjeng

Ratusan Personel Brimob Masih Jaga Padepokan Dimas Kanjeng
Suasana penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kamis (22/9/2016). (Arie Yoenianto/KORAN SINDO)
A+ A-
PROBOLINGGO - Sehari pascapenangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ratusan personel Brimob Polda Jatim masih bersiaga di areal padepokan.

Para santri pengikut juga masih melakukan aktivitas rutin kesehariannya. Hanya saja, para santri yang berjaga di pintu masuk, memberlakukan pelarangan kegiatan liputan media massa.

"Di sini area bebas wartawan. Kalau macam-macam saya catat namamu. Nanti akan saya cari," kata salah satu penjaga kepada wartawan yang mencoba masuk areal padepokan, Jumat (23/9/2016).

Belum diketahui sampai kapan pengamanan padepokan ini dilakukan. Seorang anggota Brimob, Bripka Agus, memperkirakan penarikan pasukan akan dilakukan jika situasi di dalam padepokan aman dan terkendali.

"Para pengikut ini berasal dari berbagai daerah dengan bermacam karakter. Situasi batin mereka juga labil. Jika situasi kondusif, kami tentu akan meninggalkan lokasi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang merupakan pemimpin padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ditangkap petugas kepolisian atas tuduhan dalang pembunuhan dua orang santrinya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, penjemputan paksa ini dilakukan setelah Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditetapkan sebagai tersangka dan dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Dimas Kanjeng yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jatim ini disangka telah menjadi otak pembunuhan berencana terhadap dua orang santri pengikutnya. (Baca juga: Polda Jatim: Dimas Kanjeng Dua Kali Tidak Penuhi Panggilan Polisi).


(zik)
dibaca 8.512x
Top