Cyber Crime Polda Identifikasi Pembajak Akun FB Penghina Islam

Cyber Crime Polda Identifikasi Pembajak Akun FB Penghina Islam
Tim Cyber Crime Polda Sumut tengah mengidentifikasi lokasi pembajak akun Facebook milik Toni Darius Sitorus yang menghina Islam. Akun FB penghina Islam. (Dok Sindonews)
A+ A-
MEDAN - Tim Cyber Crime Polda Sumut tengah mengidentifikasi lokasi pembajak akun Facebook milik Toni Darius Sitorus yang menghina Islam. Akibat pembajakan akun tersebut  menjadi penyebab pertikaian tiga desa di Tapanuli Selatan (Tapsel) dua hari lalu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, meski sedang mengidentifikasi lokasi atau tempat membajak akun Facebook Toni Darius Sitorus namun Polisi masih melakukan penyelidikan untuk kasus pidana lainnya. Sebab, tidak mudah untuk mengetahui pelakunya.

“Lokasi dan waktu pembajakannya mudah-mudahan cepat teridentifikasi. Tetapi memang untuk mengetahui siapa orang yang membajak itu tidak mudah dilakukan. Kalau sekedar mengetahui lokasinya itu bisa saja, tetapi orang yang melakukannya itu sedang diburu. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing dan terprovokasi,” katanya, Kamis (22/9/2016).

Menurut dia, dari informasi yang diketahui pelaku yang membajak akun facebook tersebut terindikasi memiliki kemampuan yang cukup mumpuni untuk membajak.

“Apakah dia (pelaku) menggunakan laptop, komputer atau melalui HP membajak akun Facebook korban belum bisa kita pastikan,” ujarnya.

Rina menjelaskan, kondisi di lokasi kejadian saat ini sudah membaik. Namun demikian, ratusan personel TNI dan Polri masih bersiaga untuk mengantisipasi adanya bentrokan susulan.

“Situasi sudah aman dan kondusif, masyarakat sudah beraktifitas seperti biasa. Namun pasukan gabungan masih siaga dilokasi untuk mengantisipasi adanya bentrokan susulan,” sebutnya.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Madina dan Tapsel sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat. Para korban baik yang terkena tembakan senapan angin dan rumah warga yang sudah dirusak saat ini sedang didata oleh kedua pemerintah kabupaten tersebut.

“Pertemuannya baru selesaai tadi sore sekitar pukul 17.00 WIB. Kemungkinan, perobatan dan kerusakan akan diperbaiki oleh pemerintah kabupaten dari kedua kabupaten itu,” jelasnya.

Sebelumnya, gerombolan warga Desa Sihepeng Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapsel tiba-tiba menyerang warga Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapsel.

Akibatnya, empat warga Desa Aek Badak Julu mengalami luka-luka akibat tembakan senapan angin dan empat rumah warga Desa Huta Pardomuan rusak parah.

Terpisah, Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana mengakui, dalam kasus ini lebih mengutamakan kearifan local dan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun untuk proses pengejaran pelaku pembajakan akun Facebook tersebut saat ini sedang berjalan.

“Kita utamakan itu penyelesaian secara kekeluargaan diantara warga. Agar masyarakat bisa kembali bekerja seperti biasanya, termasuk sekolah dan berladang. Sedangkan proses pengejaran pelaku yang membajak akun Facebook tersebut saat ini sedang berjalan dan mudah-mudahan cepat terungkap,” pungkasnya.


(sms)
dibaca 3.678x
Top