alexa snippet

Kronologi Kecelakaan Helikopter TNI AD di Kowang Versi BNPB

Kronologi Kecelakaan Helikopter TNI AD di Kowang Versi BNPB
Petugas melakukan evakuasi helikopter TNI AD jenis Bell 2015 yang jatuh menimpa rumah warga di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7/2016). (SINDOphoto)
A+ A-
JAKARTA - Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD dengan nomor HA-5073 dari skadron 11 serbu jatuh di Dusun Kowang, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pukul 15.20 WIB kemarin sore.

Helikopter itu jatuh dalam perjalanan menuju Adi Sutjipto Yogyakarta dari Adi Sumarmo Solo dalam rangka Kontinjenei Darurat (Konjerat) RI 1.

‎Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas‎ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ‎Sutopo Purwo Nugroho ‎mengatakan, pada pukul 15.20 WIB di atas lapangan Bogem keadaan Helikopter Bell 205 A-1 masih stabil.

Bahkan, hingga atas dusun Gampar, heli mulai menurun dan posisi masih berjalan stabil. Namun, memasuki desa Kowang bunyi mesin Heli mulai menurun, kemudian memasuki atas salah satu warga di dekat sawah sawah posisi heli mulai tidak stabil.

Lalu, saat‎ berada di atas sawah, mesin heli sudah mati dan menyerong. "‎Keterangan kontak pesawat pada pukul 15.14 WIB terakhir kontak tower, over candi," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Jumat 8 Juli 2016.‎

Dia menambahkan, heli hilang kontak‎ pada pukul 15.16 WIB. "Pada pukul 15.20 WIB heli sudah jatuh. Total lost," ungkapnya. Semua kru heli pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara.

Adapun kru dalam heli itu adalah Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga,‎ Letda Cpn Angga Juang, Serka Rohmad, Serda Sirait,‎ Kopda Sukoco, dan warga sipil ‎bernama Fransisca Nila Agustin (24). Heli itu jatuh menimpa rumah pegawai Pertamina, Heru Purwanto (58) pegawai dan rumah Parno (45), Dusun Kowang, RT 01 RW 01, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Tiga orang meninggal dalam kecelakaan itu. Mereka adalah ‎dua kru bernama Letda Cpn Angga Juang dan Serda sirait serta warga sipil bernama Fransisca Nila Agustin. Sedangkan kpt CPN Titus benekditus sinaga, Serka Rohmat dan Serda sukoco mengalami luka berat.



(kri)
dibaca 4.958x
loading gif
Top