alexa snippet

Rafidah Helmi, Sarjana Kedokteran Termuda

Rafidah Helmi, Sarjana Kedokteran Termuda
Rafidah Helmi diapit kedua orangtuanya. Pada usia 17 tahun delapan bulan, gadis kelahiran 31 Juli 1998 ini menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. (Susilo Himawan/KORAN SINDO)
A+ A-
SEMARANG - Rata-rata, di usia 17 tahun seseorang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) atau paling cepat baru masuk perguruan tinggi. Namun tidak bagi Rafidah Helmi, gadis asal Sukabumi.

Pada usia 17 tahun delapan bulan, gadis kelahiran 31 Juli 1998 ini menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Rafidah tepat menyelesaikan pendidikan kedokterannya selama 3,5 tahun. Saat diterima masuk di FK Unissula, putri ketiga dari tiga bersaudara pasangan AKBP (purnawirawan) Helmi dan Rofiah ini juga tercatat sebagai mahasiswa termuda di Unissula, yakni pada usia 13 tahun enam bulan. Dia resmi diterima menjadi mahasiswa baru Unissula melalui jalur Penelusuran Bakat Skolastik (PBS).

Seusai mengikuti prosesi wisuda, Rafidah mengatakan sebelumnya dirinya tak bercita-cita ingin menjadi dokter. Cita-cita awalnya justru ingin menjadi seorang guru waktu masih duduk di bangku SMP. Namun, ketika kedua kakaknya sudah menjadi dokter, dia pun memantapkan diri ingin menjadi dokter juga.

"Selama belajar saya tidak pernah tertekan. Semua dijalani dengan baik hingga akhirnya selesai. Kalau di rumah ya saya seperti yang lain, main juga," kata Rafidah yang akan fokus Koas setelah lulus itu sembari tersenyum.

Rafidah mengaku, ketika masih di rumah dan belum kuliah, lebih banyak menghabiskan waktu membantu ibunya dan ketika tidak ada kerjaan dia lebih memilih belajar atau membaca buku. Buku yang dipilihnya pun bukan buku sejarah, novel, ataupun komik. Rafidah lebih memilih buku pelajaran eksakta.

Ketika duduk di bangku kuliah pun, dia tak mengalami masalah bergaul dengan teman-teman kuliahnya yang rata-rata memiliki usia jauh di atasnya.

"Alhamdulillah, selama kuliah ngobrol dan berteman dengan teman-teman saya yang usianya lebih dewasa tidak ada masalah dan kendala."

Ditemui di sela prosesi prosesi wisuda ke-71 Unissula, Senin (18/4/2016), ayah Rafidah yang menunggui di luar ruangan berkisah bahwa putri bungsunya itu memang sejak kecil mengikuti program akselerasi.

Dari mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA bahkan ketika masuk sekolah taman kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari Secapa Polri Sukabumi, Rafidah duduk di bangku TK nol kecil selama sehari. Esoknya langsung berpindah ke TK nol besar.

dibaca 22.775x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top