alexa snippet

Mahasiswa Demo karena Eks Lokalisasi Dolly Banyak Mangkal di Probolinggo

Mahasiswa Demo karena Eks Lokalisasi Dolly Banyak Mangkal di Probolinggo
Mahasiswa se Kota dan Kabupaten Probolinggo menggelar unjuk rasa menentang pengoperasian tempat hiburan malam (THM) di tempat mereka. (Ilustrasi/Sindonews)
A+ A-
PROBOLINGGO - Mahasiswa se Kota dan Kabupaten Probolinggo menggelar unjuk rasa menentang pengoperasian tempat hiburan malam (THM) di tempat mereka. Unjuk rasa digelar mahasiswa di Kantor Pemkot dan DPRD Probolinggo, Senin siang (1/2/2016).
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII ini mendesak agar pemkot  dan DPRD setempat menutup tempat hiburan malam di Kota Probolinggo.

“Kian hari tempat hiburan malam di kota ini terus bertambah dampak dari  maraknya tempat hiburan malam ini jumlah pemandu lagu atau purel terus bertambah,” kata Korlap Aksi Unjuk Rasa Fajar Ilyas, Senin (1/2/2016).

Bahkan, kata Fajar, tempat hiburan malam ini kerap dijadikan ajang maksiat  terselubung sehingga berdampak  pada  jumlah penderita AIDS di kota ini kian hari terus bertambah.

Selain itu, lanjut dia, pemandu lagu dari eks Lokalisasi Dolly banyak yang datang di tempat hiburan malam di Kota Probolinggo ini.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo pada 2008 tercatat 8 penderita HIV/AIDS. Pada 2015 meningkat menjadi 190 penderita, 50 orang diantaranya meninggal dunia.

Sempat terjadi ketegangan antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian karena  mereka tidak bisa bertemu dengan wali kota  dan para demosntrasn  membakar sampah di Jalan Protokol Jenderal Sudirman.

Namun ketegangan ini redah ketika perwakilan demonstran  bisa membacakan tuntutanya ke Asisten Pemerintah Kota Probolinggo Joni Harianto. 

Namun dalam audensi ini tidak ada titik temu karena pemkot dalam hal ini tidak bisa langsung menutup tempat hiburan malam tanpa ditemukan pelanggaran pelanggaran yang dituduhkan masyarakat.



(sms)
views: 5.424
loading gif
Top