alexa snippet

Kembangkan Pertanian Organik, Kades Ruslizar Belajar ke China

Kembangkan Pertanian Organik, Kades Ruslizar Belajar ke China
Ruslizar, Kepala Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (Sergai) belajar tanaman organik ke China. Ruslizar saat memberi sambutan ke warganya. (Erdian W/Koran SINDO)
A+ A-
SERDANGBEDAGAI - Yayasan BITRA Indonesia memberangkatkan Ruslizar, Kepala Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) ke China.

Bukan sekedar jalan-jalan, namun selama tanggal 15 s/d 22 November di negeri tirai bambu, Ruslizar harus menjalani program pengembangan produksi beras organik.

Menurut Soekirman, pendiri Yayasan BITRA Indonesia, ajang di China akan menampilkan beragam inovasi dari para tokoh berbagai negara.

Harapannya, kegiatan ini menjadi motivasi bagi petani di Sergai untuk mengembangkan produksi beras, salah satunya lewat pertanian organik.

“Sergai adalah daerah lumbung beras Sumut. Tentunya program ini menjadi salah satu upaya agar produksi beras Sergai dapat terus berkembang,” katanya, ketika bertemu Ruslizar dan warganya di Desa Lubuk Bayas, Kamis, (12/11/2015).

Agar memaksimalkan pertanian organik, Soekirman yang saat ini kembali maju sebagai incumbent di Pilkada Sergai tahun 2015 menyarankan empat hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah, pengelolaan peternakan untuk menghasilkan pupuk organik.

Kemudian, metode penanaman, kemasan serta bagaimana strategi memasarkan produk tersebut. “Bukan karena no urut saya 4 di Pilkada Sergai 2015, tapi pertanian organik ini memang ada ketergantungan dengan peternakan. Kemudian cara menanamnya beda dengan biasanya, serta harus ada hal khusus dalam penjualannya,” timpalnya.

Terakhir, Soekirman meminta agar Ruslizar jangan sombang untuk berbagi ilmu dengan warga lainnya. Dengan begitu, beragam ilmu yang bakal didapat nantinya menjadi berkembang.

Sementara Wakil Direktur Yayasan Bitra Indonesia Rosdiana memaparkan, kegiatan di China ini tindak lanjut atas Piala Asean yang diterima Yayasan Bitra Indonesia terhadap pemberdayaan masyarakat desa dan penanggulangan kemiskinan di Laos, baru-baru ini.

Lantas, didukung Kementrian Pembangunan dan Kebudayaan (PMK) yang dipimpin Ibu Puan Maharani, pihaknya diminta merekomendasikan warga yang melakukan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat di pedesaan.

dibaca 4.212x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top